Senyummu Senyumku Juga

Sekarang, saya sedang tersenyum kepada Anda. Mengapa? Karena senyum adalah salah satu syarat untuk sukses. Monalisa juga “sukses” karena senyumnya toh?

Menurut definisi ilmiah, senyum adalah,

“Ekspresi wajah yang dibentuk oleh tarikan otot terutama pada otot-otot di kedua ujung mulut”.

Artinya, senyum tidak selalu identik dengan mulut. Senyum adalah ekspresi wajah secara keseluruhan. Itu sebabnya, tatapan mata juga bisa mengindikasikan sebuah senyuman, dan bahkan dari cara menegakkan wajah, juga bisa muncul makna-makna senyuman. Sebuah senyuman melibatkan tak kurang dari 5 otot utama di sekitar mulut dan 48 otot lain di sekitar wajah dan leher.

Secara umum, senyum mengekspresikan perasaan senang, bahagia, dan nikmat. Ini namanya senyum kiyut. Akan tetapi, senyum juga bisa mengindikasikan perasaan khawatir. Ini disebut senyum kecut.

Sebuah senyuman tidak hanya menentukan ekspresi wajah, melainkan juga membuat otak memprodusir hormon endorphin. Hormon ini menurut ilmu medis, memiliki khasiat yang bisa mengurangi rasa sakit secara fisik dan secara psikis. Itu sebabnya ada ungkapan “senyum itu sehat”. Begitu pula, otot yang berkontraksi saat kita tersenyum, jauh lebih sedikit dari pada otot yang berkontraksi saat kita marah. Maka lahirlah pepatah, “jangan marah nanti cepat tua”.

Dalam kenyataannya, ada lebih dari 18 jenis senyuman yang bisa dilakukan dalam berbagai situasi sosial. Para ilmuwan menyederhanakan senyuman ke dalam dua kategori besar berikut ini.

DUCHENNE SMILE

Senyuman ini sering disebut dengan senyuman murni. Senyum ini berpusat pada otot di kedua ujung mulut dan mata. Para ahli mempercayai bahwa jenis senyuman ini adalah senyuman yang dihasilkan oleh emosi yang murni. Alias, senyum ini adalah senyuman apa adanya, bukan ada apanya. Senyuman ini adalah senyuman hasil kombinasi dari ekspresi mulut, mata, dan hati sekaligus. Yang tersenyum begini, biasanya bayi.

PAN AMERICAN SMILE

Senyuman ini adalah senyuman sukarela tapi hanya melibatkan otot-otot mulut saja. Senyuman ini adalah senyuman disengaja yang bertujuan untuk menunjukkan sikap sopan. Bagus juga, tapi kurang tulus sifatnya. Itu sebabnya, senyuman ini disebut juga dengan senyuman profesional.

Pergilah ke berbagai kantor yang punya konter pelayanan. Masih cukup banyak yang tersenyum dengan cara begini. Ini bukan generalisasi bahwa mereka jarang tersenyum dengan tulus, tapi kita maklum rutinitas pekerjaan memang cenderung membuat hati tergerus-gerus. Apa lagi, jika sudah jam dua siang ke atas. Jika Anda merasa, tak perlu marah. Tersenyum sajalah.

Saya, lebih sering memilih senyuman nomor 1. Sekalipun tampak luarnya agak kurang sedap buat mata – saya merasa nggak good looking. Tapi toh tetap saya berusaha keras melakukannya. Sebab, saya percaya bahwa senyum nomor 1 lebih apa adanya ketimbang senyum nomor 2 yang cenderung ada apanya.

Bukan berarti bahwa saya tidak pernah mengeluarkan stok senyuman nomor 2, tapi saya meyakini bahwa dengan senyuman nomor 1, efek kesehatannya bukan saja terjadi pada orang lain tetapi juga pada diri sendiri. Rugi kalo hanya menggunakan senyum nomor 2. Attraction effect-nya hanya sedikit saja.

FAKTA-FAKTA TENTANG SENYUMAN

Senyum adalah sebuah ekspresi universal yang dikenali oleh seluruh budaya di muka bumi dengan persepsi yang sama.

Otot yang berkontraksi karena sebuah senyuman, jumlahnya lebih sedikit daripada otot yang digunakan untuk marah.

Senyum yang dipaksakan alias senyum palsu, tetap bisa melahirkan rasa bahagia. Misalnya Anda sedang dalam mood buruk tapi tak ingin melukai orang lain. Ini, masih lebih baik ketimbang marah, sedih, atau kecewa.

Setiap orang pada saat lahirnya, pada dasarnya mampu tersenyum. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk tersenyum. Kemampuan itu tidak muncul karena menirunya dari orang lain. Bayi buta yang baru lahir juga bisa tersenyum. Bayi, juga lebih memilih untuk tersenyum daripada tidak tersenyum. Senyum adalah bawaan lahir setiap orang.

Perempuan lebih banyak tersenyum daripada pria (he…he… seneng tuh!). Orang muda lebih banyak tersenyum ketimbang orang tua.

Seseorang cenderung dinilai menyenangkan, menarik, tulus, gampang akrab, dan bahkan dianggap lebih kompeten jika sering tersenyum.

Jika Anda merasa kurang percaya diri, sering-seringlah tersenyum. Itu akan menaikkan rasa percaya diri Anda. Bagaimana menciptakan senyuman kembali jika itu sudah lama Anda pergi? Berbuat kreatiflah untuk diri sendiri. Cepat atau lambat, Anda akan menemukan senyuman Anda. Jika Anda memang sulit tersenyum lagi karena kelewat sedih, ikuti tips kepepet saya berikut ini.

Di antara berbagai hal yang membuat Anda sedih, biasanya ada banyak hal yang sifatnya konyol. Cobalah Anda ingat kembali, sesuatu yang menyedihkan dan sekaligus konyol, yang terjadi pada diri Anda di masa-masa yang lalu. Ingatlah betapa konyolnya hal itu. Anda mestinya bisa tersenyum. Kalo nggak bisa juga, ya sudahlah nonton Empat Mata atau Opera Van Java saja.

Bisa tersenyum untuk kegagalan, kesedihan, dan kekonyolan Anda di masa lalu, adalah salah satu resep terbaik untuk bertahan hidup dan mencapai kebahagiaan. Tersenyum itu pada dasarnya murah dan ia bisa menjadi sedekah. Itu sebabnya, saya senang melempar senyuman walau mungkin nggak terlalu kiyut. Jadi jika Anda mengira saya garang atau galak, sebenarnya nggak juga. Saya murah senyum koq.

Jika suatu saat Anda menemukan status FB saya berbunyi, “Uhuuyyy !!!”, itu berarti saya sedang mencoba menciptakan senyuman. Paling tidak, untuk diri saya sendiri. Bagus kalo Anda bisa ikut-ikutan. BTW, gitu-gitu, status sependek itu adalah implementasi teknik NLP.

Image di atas adalah image favorit saya. Ukuran sebenarnya cukup besar. Sering saya jadikan wallpaper di komputer atau bahkan saya jadikan avatar di berbagai social networking site. Saya juga sering menampilkannya di seminar atau workshop saya. Saya sering sekali memandanginya.

Mengapa image di atas menjadi favorit Saya? Ada banyak hal yang bisa dipetik dari image itu.

Memandangi image di atas buat saya seperti memandangi sebuah akuarium. Bisa berlama-lama dan membuat rileks. Mungkin tidak seperti akuarium yang bisa dipandangi sampai setengah jam, tapi memandangi image ini selama beberapa menit bisa membuat saya memahami banyak hal. Anda juga mungkin bisa melihat dan merasakannya.

Bagi saya image di atas punya kesan:

Tulus
Apa adanya
Polos
No problemo

Tersenyumlah untuk orang lain, tersenyumlah untuk diri sendiri. Tapi jangan sering senyum-senyum sendiri.

oleh : Rodiah Hasan

About aim

Iam Inspirator in my environment. Journalism is my major, inter milan is my favorite club, reporter wish i will.

Posted on November 17, 2009, in Psikologi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: