Membangun Pemasaran UKM Yang Mandiri Dan Berkembang Tanpa Hutang!

Memiliki bisnis sendiri dan mencoba menjalankannya merupakan impian banyak orang. Usaha Kecil Menengah yang berjalan baik adalah solusi tepat bagi teman-teman yang berkeinginan mencoba sebuah peluang bisnis yang dirasa mantap. Namun seringkali keluhan atau hambatan utama yang terdengar adalah kurangnya modal awal untuk membangun sebuah usaha yang mapan atau layak berjalan. Dalam mengatasi masalah ini solusi yang umumnya ditawarkan adalah mencari pinjaman lunak untuk sokongan dana usaha…

Tak dapat dipungkiri bahwa hampir semua perusahaan atau usaha baik kecil mau pun menengah dan raksasa sekali pun tak ada yang luput dari hutang dalam berbagai bentuknya. Namun bukan berarti juga kita tak dapat maju dan berkembang tanpa pinjaman modal sebagai dana usaha awal. Semua itu hanya tergantung pada mindset kita sendiri. Ubahlah mindset itu dan teman-teman pasti akan terkejut dengan hasilnya…Saya telah membuktikannya. Mau coba? :))

Modal Utama seorang pebisnis adalah naluri dan tekadnya. Apa pun usaha yang ingin teman-teman geluti, tanpa kedua hal ini akan sulit untuk berkembang dan membesar. Kedua sikap ini akan membantu mengatasi rintangan mental apa pun dan memungkinkan kita untuk belajar menghadapi berbagai situasi yang mungkin terjadi dalam gejolak usaha. Inilah yang terpenting, karena dengan mengasah naluri dan memperkuat tekad membuat kita jadi lebih tahan banting serta mampu memetik pelajaran dari setiap permasalahan lalu mengubahnya menjadi sebuah modal mental yang akan menjadikan kita satu level lebih maju dari kita yang terdahulu. Dengan demikian kita akan terus naik dan terasah hingga akhirnya sampai di puncak kesuksesan.

Setelah merasa mantap dan yakin dengan naluri dan tekad teman-teman. Barulah kita bisa masuk ke tahap-tahap lain yang dibutuhkan untuk mengembangkan pemasaran UKM pilihan kita selain peralatan dan modal.

  1. Kunci Pemasaran Berhasil bukan hanya pada Networking!

Kerap kali kita mendengar di berbagai ceramah mau pun sharing yang membahas tentang pentingnya networking bagi perkembangan usaha kita. Dengan setting pemikiran seperti itulah umumnya para sales dan marketingofficer dituntut untuk bisa memiliki sederet daftar nama kenalan atau relasi yang diharapkan bisa mendongkrak penjualan produk atau jasa tertentu. Padahal ini sebuah pemikiran yang salah. Yup! Saya berani mengatakan bahwa ini adalah sebuah pemikiran pemasaran yang salah. Mencari networking lebih dahulu tidak akan menaikkan profit usaha teman-teman secara signifikan. Bila teman-teman bertanya pada para pengusaha sukses yang mandiri dan dijawab dengan jujur, maka apa yang saya tuliskan akan dibenarkan mereka..:))

Network atau jaringan memang tetap dibutuhkan, tetapi itu semua datang kemudian dengan sendirinya saat sebuah usaha telah mulai dirintis. Jadi apa yang harus kita pentingkan saat pertama memulai sebuah usaha? Jalur-jalur utama usaha! YAITU:

  • Barang/produk yang akan dijual/dipasarkan.
  • Kualitas barang.
  • Service.
  • SDM atau Sumber Daya Manusia.
  • Lokasi.
  • Analisis Pasar.
  • Modal Utama.
  • Strategi Pemasaran.
  • Promo Global.

Detail mengenai poin-poin di atas tidak akan dibahas saat ini karena inti tulisan adalah membangun UKM tanpa berhutang. Tetapi tepat sesuai urutannya semua poin di atas mesti dikonsepkan dengan baik dan teliti demi meminimalkan resiko. Bukan menghapus resiko..:))

Inti kunci pemasaran berhasil adalah “Siapa yang kenal kamu?” dan BUKAN “Siapa yang kamu kenal?”. Fokuskan pada tujuan usaha, menjual produk/jasa sama saja pada prakteknya. Fokus, fokus, fokus…dan perkenalkan usaha Anda. Networking teman-teman akan berkembang dengan sendirinya, seimbang dengan promo menyeluruh yang mencakup pangsa pasar luas serta tidak terbatas hanya dalam daftar dengan orang yang mungkin itu-itu juga. ;p

2. Mulailah dengan apa yang ada!

Jika teman-teman ingin membuka sebuah Usaha Kecil Menengah, sebaiknya mulai dari memanfaatkan apa yang sudah dimiliki. Bila benar-benar perlu membeli sesuatu, pastikan itu adalah alat yang sering dibutuhkan untuk kegiatan produksi dan  bukan hanya sekedar penghias atau pelengkap tambahan. Misalnya saya dengan usaha Jahit Gaun Pesta milik saya, contoh aset utama yang paling mahal dan dibutuhkan adalah mesin jahit, mesin obras dan mesin kancing bungkus. Apabila saya belum mampu membeli ketiganya, maka yang paling utama harus dipunyai adalah mesin jahit. Untuk keperluan obras gaun saya masih bisa meng-obraskan ke tukang obras untuk sementara waktu. Demikian pula dengan pembuatan kancing bungkus. Jadi tanpa kedua mesin pelengkap itupun saya masih dapat berproduksi. Lalu dari hasil keuntungan penjualan gaun-gaun itu kemudian maka barulah dialokasikan dana untuk membeli mesin-mesin penunjang yang mungkin tidak lagi hanya berupa mesin obras atau kancing tetapi juga setrika uap yang lebih bagus dan penambahan jumlah mesin juga tingkatan mutu mesinnya. Namun semua itu berjalan sesuai perkembangan pendapatan dan keuntungan. Step by step!

3. Carilah sekutu yang produktif dan bisa diandalkan!

Setiap usaha memerlukan partner kerja yang seimbang. Tidak mungkin teman-teman hanya akan mengandalkan kekuatan sendiri. Mencari rekan kerja yang sepaham dan berkinerja seimbang dengan kita sangat penting; dalam arti sama-sama mau membela kepentingan usaha guna kemajuan bersama. Berani menanggung kerugian dan komplain dari kustomer bareng-bareng serta mengusahakan pemecahan masalah yang timbul. Partner yang hanya sibuk memikirkan keuntungan dirinya sendiri sebaiknya dihindari. Carilah partner yang benar-benar memiliki kualitas moral dan mental positif serta memiliki keahlian di bidangnya. Artinya tidak harus dalam bidang yang sama dengan anda, melainkan yang melengkapi. Contohnya kembali pada diri saya sendiri, dengan kemampuan saya membuat desain gaun-memasarkan dan melayani konsultasi; saya membutuhkan partner kerja yang mampu menangani urusan produksi yaitu penjahit dan pembuat pola yang andal. Tidak mesti yang terbaik, tetapi yang mau terus mengembangkan dirinya untuk jadi yang terbaik!

Percayalah, delegasi tugas kepada orang-orang yang tepat adalah langkah terbijak dalam membangun sebuah bisnis.

4. Mulailah menjual! Promosikan ke seluruh dunia!

Jangan pernah membatasi segmen pasar produk/usaha teman-teman. Kerjakan dan hasilkan yang terbaik lalu juallah! Tawarkan seluas-luasnya. Segmen pasar akan terbentuk dengan sendirinya saat calon-calon kustomer memilih anda sebagai penyedia jasa bagi mereka atau penyuplai produk. Berikan info yang tepat. Manjakan dengan pelayanan yang tidak hanya ramah tapi juga memecahkan masalah saat terjadi keluhan.

Manfaatkan media promosi sesuai kemampuan teman-teman. Internet adalah solusi termurah dan tercepat. Bergabung dengan komunitas tertentu juga bisa membantu, tetapi kembali pada tujuan awal…penjualan…jadi tetaplah fokus pada itu.

5. Kelola pemasukkan DP dan pelunasan serta operasional!

Seperti contoh kasus pada nomor 2 di atas. Penambahan aset dan biaya operasional harus disesuaikan dengan cermat secara bertahap. Buanglah biaya-biaya yang tidak merupakan biaya inti produksi dan tetaplah berjalan tanpa mengabaikan unsur flexibilitas. Kelola keuangan teman-teman mulai dari awal penerimaan DP atau Down Payment. Selisih atau margin yang diperoleh antara DP dan Pelunasan harus diputar sebagai modal penggerak usaha. Lupakan pinjaman, saat sulit jangan ragu mengencangkan ikat pinggang..;p anda akan baik-baik saja apabila dapat melampauinya!

Selamat berjuang, teman-teman! :))

About aim

Iam Inspirator in my environment. Journalism is my major, inter milan is my favorite club, reporter wish i will.

Posted on October 13, 2009, in Bisnis. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: